twitter

May 01, 2012

Tentang Musik Modern, Musik Avant-Garde Dan Musik Kontemporer

Oleh: A. Harsawibawa

Dalam pemakaiannya oleh orang awam, terjadi pencampuradukan antara musik kontemporer, musik modern dan musik avant-garde. Pencampuradukan penggunaan istilah tersebut oleh orang awam adalah bukan hal yang aneh, sebab bahkan para praktisi musik saja masih sering menggunakan istilah-istilah itu secara tertukar-tukar. Dalam rangka pemahaman yang tepat tentang maksud dari istilah-istilah itu, ada baiknya bila kita secara ketat membedakan ketiga hal itu.

Penulis akan memulainya dari istilah yang paling kacau penggunaannya, yaitu "musik modern". Menurut penulis, yang disebut dengan musik modern adalah gaya musik yang terdapat di dalam musik abad ke-20, yang masih memiliki rasa permainan nada, ritme atau bahkan harmoni yang dekat dengan musik pada masa sebelumnya, yaitu musik Romantik. Penulis dengan sengaja menggunakan istilah "rasa permainan" untuk mengatakan bahwa musik seperti musik atonal atau musik serialis sekali pun masih memiliki kedekatan dengan musik pada masa sebelumnya. Walaupun musik ini sudah sangat sulit untuk ditangkap nada-nadanya, tetapi ritme yang ada adalah masih relatif lanjutan dari gaya musik sebelumnya. Musik yang masuk dalam kategori musik modern adalah musik-musik dari (para komponis besar, seperti) Debussy, Stravinsky dan juga Schoenberg, Webern serta Berg.

Memahami bagaimana gaya musik modern akan mempermudah untuk memahami musik-musik setelah itu. Pertama adalah musik avant-garde. Titik berangkat untuk memahami musik ini adalah istilah yang dipergunakan: "avant-garde". Menurut penulis, contoh paling jelas dari pemusik avant-garde adalah Stockhausen. Terjemahan avant-garde adalah "garda depan". Jadi musik yang disebut "musik avant-garde" adalah musik yang "mendahului jamannya". Yang disebut dengan mendahului jaman ini maksudnya adalah suatu gaya musik yang pada saat digubahnya musik itu, musik tersebut “belum bisa dipahami” karena teknik dan sarana komposisinya yang mendahului jamannya. Pada umumnya orang tidak akan memahami gaya musik avant-garde sebab yang paling utama adalah bahwa para pemusiknya meninggalkan rasa permainan yang ada pada masa sebelumnya – seperti nada, ritme dan bahkan medium yang digunakannya.

Yang paling jelas sebagai contoh musik avant-garde adalah musik elektronik. "Tatanan" dan aturan di dalam musik ini sudah sama sekali berbeda dengan "tatanan" dan aturan yang terdapat di dalam gaya musik sebelumnya. Untuk memahami bagaimana sangat berbedanya musik elektronik dengan gaya musik sebelumnya, secara visual sangat kelihatan sekali dalam hal partitur dan “alat musiknya”. Apa yang ditemukan di dalam "partitur-partitur" musik elektronik adalah bukan gambar nada-nada dan ritme-ritme yang ditemukan pada musik-musik dari gaya sebelumnya. Bahkan yang paling ekstrem dari semua itu adalah alat musiknya; alat musiknya adalah alat-alat pengolah bunyi yang sering kita temukan di dalam studio-studio musik.

Kembali lagi dengan istilah "mendahului jamannya". Dari alat musiknya saja kita bisa memahami mengapa musik yang demikian disebut sebagai "mendahului jaman". Sebab, apa yang tadinya dipandang aneh pada tahun 1960-an, misalnya, sekarang ternyata sudah menjadi sesuatu yang biasa dipergunakan oleh para pemusik – terutama para pemusik hip-hop. Atau, lihatlah gagasan minimalis. Ketika gaya ini muncul pada sekitar tahun 1950 dan 1960-an, orang sangat tidak memahami apa yang dimaui oleh musik ini. Tetapi sekarang gaya musik minimalis menjadi sangat mudah dipahami di dalam musik disko, house-music, dst.

Yang relatif lebih mudah untuk dipahami, menurut penulis, adalah musik kontemporer. Di Indonesia kita dengan mudah menemui pemusik kontemporer, contohnya yang terkemuka adalah Slamet Abdul Syukur, Rahayu Supanggah, Tony Prabowo, Michael Asmara, dsb. Jadi, apa itu yang disebut dengan musik kontemporer sehingga ia sangat mudah dipahami? Yang disebut dengan musik kontemporer adalah musik yang menggunakan materi dan medium konvensional tetapi cara pengolahannya yang tidak konvensional. 

Contohnya adalah musik dari Rahayu Supanggah. Supanggah menggunakan musik dari materi-materi budaya Jawa, tetapi cara pengolahannya lebih sering di luar tradisi Jawa. Jadi bisa dikatakan bahwa musik kontemporer adalah musik yang merupakan perkembangan dari musik tradisi. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan: apakah orang yang menghasilkan musik kontemporer haruslah orang yang bertradisi sama dengan musik yang dibuatnya itu? Tentu saja tidak. Hal ini dapat ditemukan di dalam pemusik terkemuka Amerika, yang pengaruhnya sangat besar sekali untuk budaya musik Jawa: Collin McPhee; atau seperti seorang Lou Harrison yang menggubah musik Jawa dan bahkan membuat sendiri gamelannya.

Selain itu, musik kontemporer juga tidak harus berhubungan dengan tradisi budaya "adiluhung". Sejumlah musik John Cage pun bisa dimasukkan ke dalam musik kontemporer. Karya-karyanya yang sangat terkemuka, 4'33'' dan juga "prepared piano", menunjukkan secara jelas kedudukannya sebagai pemusik kontemporer: ia menggunakan sarana yang sangat konvensional, yaitu piano, tetapi cara pengolahannya yang amat sangat tidak konvensional: entah itu pianonya "didiamkan saja" atau pun pada senar-senar pianonya diberi benda-benda yang sangat mudah kita temukan di dalam kehidupan kita (clip, batu, penghapus, dsb.).

Ketika kita bicara mengenai musik kontemporer dan apa yang dilakukan oleh John Cage, hal ini mengingatkan pada satu jenis gaya musik yang lain, yaitu: musique concrete – dengan tokoh utamanya Pierre Schaeffer. Secara sederhananya, yang dimaksud dengan gaya musik ini adalah musik yang dibangun dari materi-materi bunyi yang konkret – yang diartikan sebagai setiap bunyi yang dapat ditemukan (semacam "found art").

Gagasan utama musique concrete bertolak dari pemikiran bahwa nilai suatu bunyi yang digunakan dan ditransformasikan tidak berhubungan sama sekali dengan asal-usulnya. Bunyi yang ada, yang dipandang sebagai bernilai musikal hanyalah soal persepsi manusia pendengarnya. Pemikiran dari musique concrete ini bisa menyimpulkan apa yang dimaui oleh musik kontemporer: musik kontemporer adalah musik yang berusaha membawa pendengarnya pada pengalaman akan bunyi itu sendiri.

Banyak orang yang mengalami kesulitan dalam memahami musik modern/ modern avant-garde/ musik kontemporer. Ini bisa diperbandingkan dengan kesulitan orang dalam memahami filsafat. Filsafat adalah sesuatu yang amat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari; ia menjadi sulit karena ia berusaha untuk memahami hakekat pengalaman yang biasa kita alami sehari-hari. Demikian pula dengan musik modern/ modern avant-garde/ musik kontemporer, musik-musik ini adalah musik yang berusaha untuk memahami hakekat bunyi atau bahkan hakekat pengalaman kita yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari kita; dan sarana untuk memahami hakekat bunyi/ pengalaman itu adalah musik, dalam hal ini: musik modern/ modern avant-garde/musik kontemporer.

Dalam konteks ini, inilah juga yang menjelaskan mengapa musik-musik seperti itu disebut sebagai "musik serius"; musik-musik itu harus "dipahami" dengan cara yang berbeda dengan memahami musik "biasa". Jikalau yang dimaksud dengan "dipahami" dalam musik "biasa" adalah (identik dengan) "untuk dinikmati", maka makna "dipahami" di dalam musik modern/ modern avant-garde/ musik kontemporer adalah "dimengertinya hukum-hukum yang membangun musik itu". (A.Harsawibawa -Pengajar musik di Jurusan Musik, Institut Kesenian Jakarta, dan pengajar filsafat pada Departemen Filsafat, FIB-UI.)



Back

More Articles